Timesnusantara.com — Samarinda. Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Fuad Fakhruddin, menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan belajar selama bulan Ramadan. Menurutnya, sistem pembelajaran yang tetap berjalan lebih baik daripada memberikan libur panjang bagi siswa.
Ia menyoroti potensi dampak negatif jika siswa diliburkan selama sebulan penuh. Tanpa kegiatan yang terarah, dikhawatirkan mereka akan menghabiskan waktu secara kurang produktif, terutama di era digital seperti sekarang.
“Kalau libur terlalu lama, anak-anak bisa kehilangan arah. Dengan kemudahan akses teknologi saat ini, mereka cenderung lebih banyak bermain gadget tanpa pengawasan yang memadai,” ujar Fuad, Sabtu (8/3/2025).
Kebijakan ini didasarkan pada Surat Edaran Bersama (SEB) yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri RI.
SEB tersebut mengatur bahwa selama Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi, sekolah tetap menjalankan kegiatan belajar dengan jadwal yang lebih fleksibel.
Selain itu, Fuad menekankan pentingnya memasukkan program keagamaan yang lebih terstruktur selama Ramadan. Ia mendorong sekolah untuk menghadirkan pembelajaran agama yang dapat memperdalam pemahaman siswa terhadap nilai-nilai spiritual.
“Dulu ada pesantren kilat yang menjadi wadah pembelajaran agama selama Ramadan. Sekarang sekolah perlu menyiapkan program serupa yang lebih terarah agar siswa mendapatkan pengalaman religius yang lebih bermakna,” tambahnya.
Dengan tetap berlangsungnya kegiatan belajar selama Ramadan, Fuad berharap siswa dapat tetap aktif dan mendapatkan wawasan keagamaan yang lebih dalam, tanpa kehilangan kesempatan untuk beribadah dan memperkuat nilai spiritual mereka. (R)
