Timesnusantara.com — Samarinda. Langkah tanggap Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menghadapi persoalan rusaknya kendaraan bermotor milik warga akibat dugaan kerusakan bahan bakar menuai apresiasi dari anggota legislatif. Salah satu suara dukungan datang dari Moh Yusrul Hana, anggota DPRD Samarinda.
Menurutnya, inisiatif Pemkot memberi bantuan kepada pemilik motor yang terdampak adalah langkah nyata di tengah ketidakpastian penyebab pasti kerusakan mesin yang meresahkan masyarakat.
“Meski belum ada kesimpulan ilmiah dari hasil uji laboratorium terhadap BBM, yang terlihat di lapangan jelas: banyak kendaraan mengalami kerusakan usai mengisi bahan bakar. Dan itu cukup jadi alasan kuat bagi Pemkot untuk bertindak,” ujarnya, Minggu (13/4/2025).
Ia menegaskan, DPRD menyambut baik bantuan dari Pemkot yang dikhususkan bagi warga ber-KTP Samarinda. Menurutnya, bentuk dukungan seperti ini merupakan respons cepat atas keresahan publik yang belum mendapatkan jawaban teknis memuaskan dari pihak penyedia BBM.
Yusrul menambahkan, pihaknya akan memantau secara langsung proses penyaluran bantuan, termasuk memastikan syarat administratif yang harus dipenuhi penerima.
Salah satunya adalah surat keterangan dari bengkel resmi, yang menyatakan bahwa kerusakan disebabkan oleh kualitas bahan bakar.
“Selama sepekan ke depan, kami akan melakukan pengawasan untuk melihat efektivitas distribusi bantuan,” tambahnya.
Di sisi lain, Yusrul menyinggung hasil rapat dengar pendapat antara DPRD Kaltim dan Pertamina Patra Niaga. Dalam forum tersebut, muncul rencana pembukaan bengkel gratis bagi konsumen yang terdampak. Namun, hingga kini belum ada kepastian eksekusi dari pihak Patra Niaga.
“Kalau Patra Niaga bergerak cepat dan memberikan solusi konkret, maka program bantuan dari Pemkot mungkin tak perlu dilanjutkan terlalu lama. Tapi jika tak ada tindakan yang jelas, tentu kami akan mendorong agar Pemkot terus membantu warganya,” tutupnya. (R)
