Timesnusantara.com – Kukar. Pembangunan Pabrik rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kukar telah rampung. Untuk itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar tengah melakukan uji coba terhadap sarana dan prasarana yang dibangun.
Plt Kepala Disperindag Kukar Sayid Fhatullah mengatakan, sebelum diresmikan atau melakukan produksi dengan kapasitas besar harus dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba ini telah dilakukan sejak Februari 2025 kemarin, baik dari peralatan pabrik, penyedia bahan baku hingga managemen atau pengelola pabrik tersebut.
“Kita tengah lakukan uji coba baik dari peralatan pabrik, hingga bahan baku dipastikan aman dalam pemenuhan produksi nantinya,” kata Sayid Fhatullah.
Ia menegaskan, dalam mengelola pabrik rumput laut itu melibatkan sejumlah pihak diantaranya, PT. Tunggang Parangan sebagai pengelola pabrik, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebagai penyedia bahan baku, Koperasi sebagai pemasaran produk.
“Kerjasama ini harus dibangun, agar pabrik rumput laut berjalan dengan baik. Jika tak dilakukan kerjasama, pastinya tak maksimal dalam pengolaan pabrik itu,” tegasnya.
Ia menyebutkan, pabrik rumput laut itu memiliki kapasitas produksi dalam satu bulan mencapai 20 ton. Produksi itu menghasilkan tepung yang berbahan dasar rumput laut atau graselia.
Menurutnya, dengan kapasitas besar ini mampu memberikan manfaat kepada masyarakat, khususnya terhadap peningkatan perekonomian. Dalam hal ini, petani rumput laut telah memiliki pasar yang pasti untuk menjual hasil panennya ke pabrik melalui Bumdes terkait.
Sementara pembangunan rumput laut ini merupakan komitmen pemerintah daerah, dalam mendorong sektor hilirisasi. Sehingga dapat mewjudkan masyarakat yang sejahtera.
“Program hilirisasi bagian dari program Kukar Idaman, yang masuk target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kukar 2021-2026,” ungkapnya. (Adv)
