Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Pemerintah pusat meluncurkan program ambisius bertajuk ‘Koperasi Desa Merah Putih’ yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di pedesaan. Rencana besar ini menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi legal di seluruh Indonesia hingga pertengahan 2025.

Di Kalimantan Timur (Kaltim), lebih dari 400 koperasi desa telah teridentifikasi sebagai bagian dari program tersebut. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyampaikan bahwa pendataan dan percepatan legalitas koperasi saat ini terus dikebut agar semua unit bisa segera beroperasi secara resmi.

“Kurang lebih 400 koperasi sudah siap. Kami upayakan dalam dua minggu ke depan, seluruhnya sudah tuntas dari sisi administratif dan legalitasnya,” kata Seno, Kamis (22/5/2025).

Ia menjelaskan, penyelesaian status hukum koperasi juga mendapat dukungan penuh dari kalangan notaris agar prosesnya berjalan cepat dan efisien. Keberadaan koperasi ini diharapkan bisa menjadi pilar penting dalam menggerakkan ekonomi desa secara mandiri.

Konsep koperasi yang dibangun tidak hanya terbatas pada simpan pinjam, tetapi juga menyentuh berbagai sektor kebutuhan masyarakat. Mulai dari penyediaan sembako, layanan kesehatan seperti klinik dan apotek, gudang berpendingin, distribusi logistik, hingga toko pertanian.

“Intinya koperasi ini akan menjadi simpul distribusi dan pelayanan yang menjawab kebutuhan masyarakat desa. Dengan manajemen yang baik, koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” terang Seno.

Program ini sudah tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 9 Tahun 2025, dengan tenggat waktu penyelesaian tahap pertama pada pertengahan Juli lalu. Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan program ini secara nasional pada 28 Oktober 2025, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Sebagai bentuk pengawasan dan penyelarasan pelaksanaan program di daerah, Kaltim juga akan menjadi lokasi kunjungan Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria bersama Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono pada 24 Mei mendatang. Kunjungan ini dimaksudkan sebagai forum tatap muka langsung dengan para kepala desa dan pemangku kepentingan setempat.

“Kami berharap kedatangan pejabat pusat dapat memberikan motivasi dan arahan yang lebih konkret kepada desa-desa agar program koperasi ini berjalan optimal,” tambah Seno Aji.

Melalui inisiatif koperasi desa ini, pemerintah menargetkan terciptanya ekonomi berbasis rakyat yang berkelanjutan. Selain sebagai penggerak ekonomi lokal, koperasi diharapkan mampu membentuk desa yang mandiri, tangguh, dan mampu mengelola potensi sumber dayanya secara maksimal. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *