Bagikan 👇

Timesnusantara.com — Samarinda. Seluruh desa dan kelurahan di Kalimantan Timur kini tengah bersiap mengambil bagian dalam pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih, menyusul diluncurkannya program tersebut secara nasional oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Ferry Juliantono, di Lamin Etam, Samarinda, Sabtu kemarin (24/5/2025).

Kesiapan itu ditegaskan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Puguh Harjanto, yang menyatakan bahwa pemerintah daerah telah mengarahkan seluruh wilayah administratif di tingkat desa dan kelurahan untuk mulai mengimplementasikan program tersebut sesuai arahan Presiden RI.

“Targetnya, program ini bisa berjalan maksimal sebelum 28 Mei 2025. Kami di Kaltim tentu siap mendukung penuh instruksi Presiden,” ujar Puguh.

Program ini akan diterapkan serentak di 10 kabupaten/kota se-Kaltim, dengan proses pendampingan yang dilakukan secara berlapis oleh DPMPD provinsi bersama dinas di tingkat kabupaten dan kota. Sinergi antar-tingkat pemerintahan ini, menurut Puguh, menjadi kunci keberhasilan implementasi di akar rumput.

“Kolaborasi dengan DPMPD kabupaten dan kota akan kita intensifkan, supaya proses pendampingan berjalan merata,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, desa diberikan tiga alternatif skema pelibatan koperasi, yang akan diputuskan melalui Musyawarah Desa (Musdes). Pilihan tersebut antara lain: menyesuaikan koperasi yang telah ada, membentuk koperasi baru jika belum tersedia, atau mengembangkan koperasi lama sesuai regulasi yang berlaku.

“Tinggal dipilih mana yang paling sesuai dengan kondisi desa masing-masing, hasilnya akan ditetapkan melalui forum Musdes,” ungkapnya.

Setelah tahapan Musdes, proses selanjutnya adalah legalisasi badan hukum koperasi melalui notaris dan pencatatan sesuai prosedur perundang-undangan.

Puguh juga menyoroti bahwa meskipun semangat dari desa sangat tinggi, persoalan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di tingkat lokal masih menjadi tantangan utama.

“Kami melihat semangat yang luar biasa dari desa-desa, namun SDM tetap menjadi aspek yang harus kita perkuat,” tambahnya.

Dalam forum dialog interaktif bersama para kepala desa, aspirasi terkait kebutuhan pendampingan teknis juga mengemuka. Puguh menyambut baik masukan tersebut dan berkomitmen memberikan dukungan penuh.

“Saya sepakat dengan usulan kepala desa, mereka butuh pendampingan, dan tentu akan kami fasilitasi,” tegasnya.

Pemprov Kaltim optimistis bahwa dengan kerjasama yang solid dan antusiasme yang kuat dari para pelaku di lapangan, Program Koperasi Merah Putih mampu mendorong lahirnya kekuatan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan di wilayah pedesaan. (Adv Diskominfo Kaltim)

Penulis: Rey | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *