Timesnusantara.com — Samarinda. Komitmen PT Pertamina Patra Niaga untuk membuka bengkel gratis bagi pengguna BBM bermasalah di Kalimantan Timur (Kaltim) kini menuai kritik keras dari DPRD Kaltim. Pasalnya, hingga akhir Mei 2025, tidak ada kejelasan soal realisasi janji tersebut.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim dari Fraksi Golkar, M. Husni Fahruddin, atau yang akrab disapa Ayub, meluapkan kekecewaannya atas nihilnya tindak lanjut dari pihak Pertamina pasca pertemuan resmi yang berlangsung pada 9 April lalu.
“Saat RDP lalu mereka menyatakan akan membuka bengkel di seluruh kabupaten dan kota. Tapi sampai sekarang tidak ada informasi konkret. Tidak ada laporan resmi ke kami,” kata Ayub, Selasa (27/5/2025).
Ayub menyampaikan bahwa dirinya sempat berupaya menghubungi perwakilan Pertamina melalui pesan singkat, namun hanya mendapat jawaban singkat bahwa proses masih berjalan. Respons tersebut dinilai tidak mencerminkan kesungguhan dari pihak perusahaan.
“Jawabannya cuma ‘masih proses’. Ini jelas tidak serius. Janji perbaikan gratis itu cuma angin lalu,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ayub menilai bahwa masyarakat dirugikan dua kali—pertama karena kualitas BBM yang merusak kendaraan, dan kedua karena janji pelayanan perbaikan yang tidak ditepati. Karena itu, pihaknya berencana mengusulkan pergantian jajaran manajemen Pertamina di Kaltim kepada kantor pusat.
“Kami akan dorong agar pusat mengevaluasi bahkan mengganti manajemen yang sekarang, karena mereka tidak becus menangani persoalan ini,” tegas Ayub.
Dalam rapat sebelumnya, Region Manager Retail Sales Kalimantan Pertamina, Addieb Arselen, menyebutkan rencana menunjuk satu bengkel resmi di setiap daerah untuk menangani keluhan warga. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian terkait skema teknis maupun pelaksanaan layanan tersebut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi lebih lanjut, pihak Pertamina Balikpapan melalui Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, belum memberikan tanggapan. Pesan yang dikirimkan media hanya dibaca, tanpa ada balasan yang menjawab pertanyaan tentang progres bengkel gratis tersebut.
DPRD Kaltim menyatakan akan terus mengawal isu ini dan memastikan masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan yang sebelumnya sudah dijanjikan oleh perusahaan. (Adv/dprdkaltim)
