Timesnusantara.com Samarinda — Tumpukan sampah kiriman yang kembali mencemari pesisir dan kawasan wisata Berau mendapat sorotan DPRD Kaltim.
Anggota Komisi III, Syarifatul Sya’diah, meminta penanganan cepat dan terencana agar kawasan wisata unggulan tidak semakin rusak.
Ia menjelaskan bahwa sampah yang terbawa angin dan arus laut ini besar kemungkinan berasal dari luar negeri.
“Ini fenomena alam, bukan sepenuhnya akibat aktivitas masyarakat lokal,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Syarifatul menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, organisasi pemuda, hingga komunitas peduli lingkungan.
“Wisata sangat bergantung pada kebersihan. Sampah harus ditangani segera,” tegasnya.
Ia juga mendorong keterlibatan kelompok muda dan komunitas wisata untuk mempercepat pembersihan pesisir, sekaligus membangun kesadaran publik menjaga lingkungan.
Komunikasi dengan Pemkab Berau disebut berjalan baik, namun pembahasan teknis penanganan sampah kiriman belum dilakukan.
Syarifatul berencana meminta laporan terbaru dari DLHK Berau, dan berharap sebagian kawasan sudah dibersihkan.
Ke depan, ia menilai perlu adanya sistem kesiapsiagaan yang lebih kuat, termasuk pemetaan titik rawan, alokasi anggaran, dan koordinasi antarinstansi.
“Kawasan wisata seperti Derawan harus dijaga kebersihannya karena reputasi pariwisata Kaltim bergantung pada itu,” katanya.
DPRD menegaskan bahwa langkah cepat dan kolaboratif menjadi kunci agar pesisir Berau tetap terjaga dan menarik bagi wisatawan.
Editor : RF
Penulis : Dani
